Anis Ibaratkan Revolusi Islam Seperti Gerakan Shalat
By: admin
Senin, 05 Januari 2015
0
pkssiak.org - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta
mengatakan Revolusi Islam oleh Rasulullah SAW bisa diibaratkan gerakan
shalat yang diawali takbiratul ihram, dan diakhiri dengan salam ke kiri
ke kanan.
Hal ini disampaikan Anis Matta melalui akun Twitter-nya @anismatta, Sabtu (3/1/2015) malam. Menurut Anis, memperingati Maulid Nabi SAW selalu relevan sampai kapan pun.
"Jika dihitung matematis, hanya dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari sejak diangkat, Rasulullah SAW membangun peradaban.
Menurut Anis, belum pernah ada perubahan sosial, bahkan revolusi yang lebih cepat dab luas dari penyebaran Islam seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
"Inti ajaran Islam adalah hablumminallah dan hablumminannas yang seimbang. Dan itu dimulai dgn #revolusi kesadaran, berupa tauhid," katanya.
Selain itu, lanjut Anis, pada saat yang sama kita belajar dari kejatuhan Andalus. Seperti sisi antagonis dari koin yang sama.
"Andalus adlh wilayah kekhalifahan Umayyah di semenanjung Iberia.. Klo skrg mencakup sebagian Spanyol, Portugal hingga ke Perancis selatan," jelas Anis.
Andalus sempat menjadi ibukota sains dan teknologi (khususnya kedokteran) dunia. Cendekiawan besar tinggal dan berkarya di daerah itu.
Imuwan dan filsuf seperti Abul Qasim, Ibnu Rusyd atau Ibnu Sina berpengaruh besar terhadap kehidupan intelektual Eropa zaman pertengahan.
Muslim dan non-Muslim datang dari luar negeri untuk belajar di berbagai perpustakaan dan universitas terkenal.
"Konflik elite politik, khususnya jatuhnya Umayyah oleh Abbasiyah, melemahkan sendi2 politik Andalus," beber Anis.
Konflik ini pula yang membuat serangan dari luar sedikit demi sedikit menggerus wilayah Andalus.
Andalus bertahan 800 thn sebelum masalah internal dan serangan musuh melenyapkan tatanan peradaban Islam itu.
"Kini kita masih bisa melihat warisan fisiknya di Spanyol, sekitar Sevilla, Granada, smp Lisboa di Portugal," katanya.(*)
Hal ini disampaikan Anis Matta melalui akun Twitter-nya @anismatta, Sabtu (3/1/2015) malam. Menurut Anis, memperingati Maulid Nabi SAW selalu relevan sampai kapan pun.
"Jika dihitung matematis, hanya dalam waktu 22 tahun 2 bulan 22 hari sejak diangkat, Rasulullah SAW membangun peradaban.
Menurut Anis, belum pernah ada perubahan sosial, bahkan revolusi yang lebih cepat dab luas dari penyebaran Islam seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.
"Inti ajaran Islam adalah hablumminallah dan hablumminannas yang seimbang. Dan itu dimulai dgn #revolusi kesadaran, berupa tauhid," katanya.
Selain itu, lanjut Anis, pada saat yang sama kita belajar dari kejatuhan Andalus. Seperti sisi antagonis dari koin yang sama.
"Andalus adlh wilayah kekhalifahan Umayyah di semenanjung Iberia.. Klo skrg mencakup sebagian Spanyol, Portugal hingga ke Perancis selatan," jelas Anis.
Andalus sempat menjadi ibukota sains dan teknologi (khususnya kedokteran) dunia. Cendekiawan besar tinggal dan berkarya di daerah itu.
Imuwan dan filsuf seperti Abul Qasim, Ibnu Rusyd atau Ibnu Sina berpengaruh besar terhadap kehidupan intelektual Eropa zaman pertengahan.
Muslim dan non-Muslim datang dari luar negeri untuk belajar di berbagai perpustakaan dan universitas terkenal.
"Konflik elite politik, khususnya jatuhnya Umayyah oleh Abbasiyah, melemahkan sendi2 politik Andalus," beber Anis.
Konflik ini pula yang membuat serangan dari luar sedikit demi sedikit menggerus wilayah Andalus.
Andalus bertahan 800 thn sebelum masalah internal dan serangan musuh melenyapkan tatanan peradaban Islam itu.
"Kini kita masih bisa melihat warisan fisiknya di Spanyol, sekitar Sevilla, Granada, smp Lisboa di Portugal," katanya.(*)
[pksnongsa.org]
DPD PKS Siak - Download Android App