Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » » Logika Aneh ICW: Zulkieflimansyah Cegah Pemalakan BUMN, Dimasukan Caleg Bermasalah?

Logika Aneh ICW: Zulkieflimansyah Cegah Pemalakan BUMN, Dimasukan Caleg Bermasalah?


By: Abul Ezz Sabtu, 29 Juni 2013 0

pkssiak.org - ICW (Indonesian Corruption Watch) merilis 36 daftar nama caleg yang menurut ICW diragukan komitmen antikorupsinya, yang namanya sudah masuk Daftar Caleg Sementara (DCS) di KPU. Salah satu nama yang masuk ialah Caleg dari PKS Zulkieflimansyah. Alasan ICW memasukan nama Zulkieflimansyah, karena melakukan pelanggaran etika ringan dalam kasus permintaan barang atau upeti kepada BUMN. 

Kasus permintaan upeti anggota DPR yang mencuat diakhir Tahun 2012 lalu berawal dari laporan Direksi BUMN ke Menteri BUMN Dahlan Iskan terkait adanya upaya pemerasan. Padahal diantara nama anggota DPR yang dilaporkan, justru Zulkieflimansyah yang dipuji Dahlan Iskan. Zulkieflimansyah dipuji Dahlan karena dinilai masih mempunyai hati nurani dengan melarang teman-temannya sesama anggota DPR memalak direksi BUMN.

"Di tengah suasana rapat (pemalakan) itu kok masih ada yang punya hati nurani, kepribadian yang kuat."

"Waktu itu ada beberapa anggota DPR yang menagih bahwa BUMN (Merpati) harus memberikan uang dalam jumlah tertentu. Namun, saat itu pula anggota DPR yang baik itu meminta agar permintaan itu tidak dipenuhi," ungkap Dahlan di Kementerian BUMN waktu itu (8/11/2012).

Selain Zulkieflimansyah, ICW juga memasukan nama Fahri Hamzah dengan alasan mendorong pembubaran KPK dan Nasir Djamil dengan tudingan mendukung upaya revisi UU KPK yang berpotensi melemahkan kewenangan lembaga tersebut.

Fahri mengatakan, asumsi ICW menyebut 36 tidak jelas. Hanya karena berbeda cara pandang mengatasi korupsi, ICW lantas menyebutnya menghalang-halangi pemberantasan korupsi.

Berikut adalah 36 nama caleg yang menurut ICW diragukan komitmen pemberantasan korupsinya
1. Aziz Syamsuddin (Golkar)
2. Desmond J Mahesa (Gerindra)
3. Herman Hery (PDIP)
4. Bambang Soesatyo (Golkar)
5. Edhie Baskoro Yudhoyono (PD)
6. Mahyudin (Golkar)
7. I Wayan Koster (PDIP)
8. Said Abdullah (PDIP)
9. Mirwan Amir (PD)
10. Abdul Kadir Karding (PKB)
11. Olly Dondokambey (PDIP)
12. Jhonny Allen Marbun (PD)
13. Ahmad Yani (PPP)
14. Syarifuddin Suding (Hanura)
15. Nasir Djamil (PKS)
16. Idris Laena (Golkar)
17. Achsanul Qosasih (PD)
18. Zulkifliemansyah (PKS)
19. Ignatius Mulyono (PD)
20. Nudirman Munir (Golkar)
21. Setya Novanto (Golkar)
22. Kahar Muzakir (Golkar)
23. Adang Darajatun (PKS)
24. Fahri Hamzah (PKS)
25. Ribka Tjiptaning (PDIP)
26. Pius Lustrilanang (Gerindra)
27. Melchias Marcus Mekeng (Golkar)
28. M Nasir (PD)
29. Vonny Anneke Panambunan (Gerindra)
30. Nazaruddin Sjamsuddin (PBB)
31. Sutan Bhatoegana (PD)
32. Marzuki Alie (PD)
33. Priyo Budi Santoso (Golkar)
34. Maz Sopacua (PD)
35. Charles Jonas Mesang (Golkar)
36. H Achmad Farial (PPP)

(inilah)


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar