Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » Visitor Menurun Drastis, "eramuslim.com" Bukan Lagi Media Islam Rujukan

Visitor Menurun Drastis, "eramuslim.com" Bukan Lagi Media Islam Rujukan


By: Abul Ezz Sabtu, 20 April 2013 0


pkssiak.org - Menarik memang menanggapi tulisan dari mantan tim eramuslim, yang berjudul "Tanggapan Atas Artikel Yang Berjudul “Akankah Kebangkrutan Eramuslim.com Menular di Voa-Islam.com?” Yang ia sendiri menyangkal tetapi juga mengakui bahwa ada upaya pemecah belahan umat Islam di situs Eramuslim dari akun facebook Blue Light. Walaupun dia menganggap tulisan orang lain sampah, ternyata dia juga senang “mengorek-ngorek sampah”. Hehehe…

Ternyata dari tulisan voaislamwatch.blogspot.com yang ditujukan untuk situs voa-isla.com, malah yang "terbatuk-batuk" dari mantan tim Eramuslim.com. Mungkin karena dianggap hampir bangkrut oleh admin voaislamwatch, sehingga ada yang meradang dan tidak mengakui bahwa eramuslim.com memang bukan lagi sebagai situs rujukan umat Islam. Atau mungkin sedang bermimpi dengan masa lalu kejayaan eramuslimc.om? Akan tetapi saya tidak ingin berpolemik diantara keduanya (mantan tim eramuslimcom dan admin voaislamwatch). Tetapi yang menarik, ternyata mantan tim admin eramuslim.com ini juga senang berkhayal dalam menulis tanpa memberikan data-data yang jelas. Cara berkhayal mantan tim admin eramuslim.com inilah yang ingin saya bahas.

Apalagi, dengan mengkaitkan Eramuslim sebagai situs nomer dua setelah Republika. Jauh... banget bosss...
Dari data alexa.com ternyata Eramuslim.com hanya mendapatkan Rank 26,660, masih kalah dengan dakwatuna.com yang mencapai Rank 19,702. Lalu jika mengkaitkan antara Eramuslim dan Republika, ini namanya pembohongan publik. Karena rank alexa dari republika.co.id adalah rank 4,056.
Tentu sangat jauh menghubungkan eramuslim.com dengan republika.co.id. Sedangkan dengan situs dakwatuna.com saja eramuslim.com masih kalah popularitasnya.

Jika dulu memang eramuslim merupakan sebagai media islam rujukan karena memang merupakan media pemersatu umat Islam. Tetapi sejak berisi dengan berbagai artikel yang mengabarkan kebencian akhirnya eramuslim.com menjadi media pemecah belah umat. Dan itu terbukti!

Ironis sekali, penulis mantan tim eramuslim ini menganggap hanya kader PKS saja yang tidak suka, padahal kalau mau dibuktikan bukan hanya kader PKS saja yang tidak suka, bahkan beberapa situs ormas Islam ada yang menganggap Situs Eramuslim.com sebagai situs yang perlu diwaspadai.

Ketika mantan tim eramuslim menyangkal bahwa eramuslim tidak melakukan peliputan berita yang menebar kebencian, ia sendiri akhirnya membenarkan dengan menulis "Saya pribadi sewaktu masih di dalam Eramuslim.com tidak terlalu setuju dengan artikel-artikel yang terlalu sering ‘menyerang’ PKS..."
Dengen menulis itu, sebenarnya sudah jelas bahwa memang ada upaya memecah belah umat Islam bahwa memang Eramuslim berusaha untuk 'menyerang' PKS. Lalu kalau bukan dengan kebencian, dengan apa lagi?

Eramuslim sendiri telah melakukan upaya untuk penghasudan dan memecah belah umat Islam dengan meng-Approve komentar-komentar yang bernada menghina, mengejek, dsbnya. Saya dokumentasikan dengan judul "Situs Eramuslim Kelihatan Belangnya, “Suka Bersilat Lidah Untuk Memecah Umat" padahal jika benar eramuslim.com tidak melakukan upaya penghasudan, memecah belah umat serta menebarkan kebencian. Admin

eramuslim.com bisa saja tidak melakukan Approve terhadap komentar yang bernada menghina, dengan menyetujui dan menampilkan komentar yang bernada menghina itu sudah jelas bahwa memang eramuslim melakukan upaya pemecah belah umat.

Bukti, bahwa memang situs eramuslim.com bukan lagi situs rujukan umat Islam sudah jelas. Bahwa memang visitor Eramuslim sudah kalah dengan situs Dakwatuna.com. Eramuslim bukan lagi situs rujukan umat Islam karena ulahnya sendiri yang melakukan upaya menebarkan kebencian terhadap umat Islam. Bahkan kader PKS sendiri oleh mantan tim eramuslim dianggap bukan umat Islam. Benar-benar kebencian eramuslim.com kepada PKS bisa mengakar kuat, bahkan ketika salah satu timnya sudah keluar dari Eramuslim.com masih membenci PKS.

Tim admin eramuslim.com ini juga menganggap bahwa hanya muqollidun PKS  saja yang akan bereaksi ketika membaca artikel yang menyerang PKS (saya teringat sekali, kata ‘muqollidun PKS’ sangat familiar dibaca di komentator eramuslim yang doyan menjelek-jelekkan PKS. Apakah salah satunya admin Eramuslim.com sendiri yah kalau gitu? ooo…. Kamu ketahuan!!!). Dan berkata "PKS secara institusi dan pejabatnya, masih terlihat fine-fine saja tuh,"

Tetapi anehnya, selanjutnya dia bilang "pembicara yang seorang petinggi PKS menyebut-nyebut nama Eramuslim sebagai media yang tidak perlu dibaca"

Berarti gambarannya bahwa hanya kader PKS saja yang bereaksi atas ulah Eramuslim.com dibantah sendiri, karena ternyata ada petinggi PKS yang bereaksi. (Ini orang, nulis tapi dibantah sendiri... aneh! Sudah dua kali tulisannya dibantah sendiri. Oran ini nulis apa sambil merem... hehehehe)

Yang sangat aneh, tim admin eramuslim.com ini mengutip sumber tulisan berita sekuler liberal Mesir, Al-Masyr Al Yaum yang mempunyai dua alamat, pertama www.egyptindependent.com dan kedua situs bahasa arabnya www.almasryalyoum.com.

Dia mengira kalau sudah berbau-bau arab dan bahasa arab itu sudah Islam mungkin yah? Padahal bukankah seorang jurnalis muslim harus benar-benar memilah dimana ia harus mendapatkan beritanya.

Situs Al-Masry Al-Youm mempunyai dua wajah, inggris dan arab. Dua wajah situs ini satu pemilik dan getol sekali memberitakan Ikhwanul Muslimin dan Salafy dalam hal negatif. Tak tanggung-tanggung, dengan Hamas pun situs tersebut melakukan liputan lebih membela Israel daripada Hamas. Lalu kok bisa ada ada jurnalis Islam yang mengambil berita pada situs Liberal dan Sekuler Mesir yang paling getol memusuhi Islam seperti Blue Light mantan tim Eramuslim?

Bukankah Allah Azzawajallah melarang kita mengambil berita kepada orang-orang fasik?

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."(QS Al Hujuraat 6)

Lalu ada jurnalis eramuslim.com yang menganggap bahwa merujuk pada situs Sekuler dan Liberal Mesir adalah hal yang biasa dan dianggap rujukan yang benar. What's? Helloo...???

Sekarang sudah bukan lagi jaman eramuslim.com, masih banyak situs rujukan umat Islam yang bisa dijadikan tempat pencari kebenaran. Dan kebenaran eramuslim.com sudah berkurang visitornya terlihat dengan bukti rank alexa diatas.

Yang mengherankan sekali, bagaimana eramuslim.com dianggap rujukan umat Islam, sedangkan jurnalis Eramuslim menjadikan situs sekuler dan liberal dengan mudah sebagai rujukan mereka. Sangat disayangkan, menjadi semakin terkuak, dimana saja eramuslim.com mendapatkan berita-beritanya. Tak lain hanya dari para pembenci Islam dan para pembenci PKS.

Berkumpulnya para pembenci ini ternyata memang menjadikan semangat kebenciannya untuk memecah belah umat Islam ternyata memang benar-benar kuat. Selamat melakukan kebencian... dan salam cinta dari kami, kader PKS.


Oleh Abu Jaisy
http://www.suaranews.com


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar