Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » PKS Bermimpi… Why Not???

PKS Bermimpi… Why Not???


By: Abul Ezz Senin, 15 April 2013 0

Mimpi adalah kunci

Untuk kita menaklukkan dunia


(Nidji, Laskar Pelangi)


Lagu ini menggambarkan bahwa mimpi adalah titik awal dari sebuah pencapaian hidup manusia. Mimpi adalah energi para petarung di arena kehidupan. Mimpi mungkin hanya sebuah kata yang menjadi bagian dari sistem konversasi manusia melalui bahasa. Namun, kata tersebut apabila diyakini, diimani serta diejawantahkan akan berubah menjadi sebentuk kekuatan maha dahsyat. Mimpi tidak hanya dapat mengubah hidup seorang manusia melainkan pula mampu mengubah perjalanan sejarah peradaban. Mimpi ibarat bahan bakar yang senantiasa memompa energi untuk bergerak dan terus melangkah. Kedengarannya mungkin muluk tapi itulah realitanya, peradaban manusia pada awalnya dibangun dari mimpi-mimpi besar orang terdahulu.

Sedikit aku ingin bercerita padamu tentang mimpi yang dahulu pernah dikumandangkan oleh Rasulullah SAW. Bermula dari cita-cita. Diawali dengan Perang Khandaq yang berat. perang yang melibatkan 10.000 pasukan ahzab yang terdiri dari orang yahudi, musyrikin, kafir dan umat muslim yang harus melawannya hanya sejumlah 700 orang, termasuk Rasulullah Saw. Jumlah yang sangat timpang menghadapi 1:14. Sungguh jika tanpa kekuasaan Allah, maka pasukan muslim pasti telah habis dikepung oleh pasukan Ahzab. Tak terlalu sulit bagi Allah untuk kemudian menurunkan petunjuk strategi perang kepada salah seorang pemuda Persia bernama Salman Al Farizi. Dalam sebuah musyawarah, tercetuslah ide brilian itu lewat Salman, ide untuk membuat parit demi menghindarkan pergerakan musuh masuk ke Madinah.

Al- Bara’ ibn Adzhib menceritakan hari-hari sulit dalam penggalian Khandaq. Saat penggalian parit itu hampir selesai, kami terhalang oleh tanah yang sangat keras dan sulit sekali dipecahkan. Hingga akhirnya Rasulullah turun tangan. Dengan kekuatan beliau yang pada waktu itu berusia 58 tahun, “Bismillah…” dipukulnya batu itu, hingga muncul percikan api di sana, Sahabat bertakbir, dan Rasul berkata, “Allahu Akbar! Kunci Syam telah diberikan padaku. Demi Allah aku tengah melihat istana-istananya yang berwarna kemerahan”. Pukulan kedua pun seperti itu, “Allahu Akbar! Kunci-kunci Persia telah diberikan kepadaku. Demi Allah aku tengah melihat istana-istana kota Mada’in berwarna putih” Pukulan terakhir,akhirnya membuat batu itu pecah menjadi pasir,… “Allahu Akbar! Kunci-kunci Yaman telah diberikan pula kepadaku. Demi Allah kini aku tengah melihat pintu-pintu kota Shan’a dari tempatku ini “. Subhanallah inilah wujud optimisme yang selalu ditanamkan Rasul kepada sahabat. Bagaimana ketika dalam keadaan musuh ada di hadapan, tapi Rasul justru menjanjikan bahwa Syam, Persia dan Yaman, yang saat itu menjadi peradaban yang besar, akan dapat ditaklukan oleh umat islam. Sesuatu yang awalnya terkesan muluk tapi sejarahlah yang membuktikan eksistensi sebuah cita besar mampu merombak peradaban manusia setelahnya. Hingga akhirnya islampun pernah mencapai titik kejayaan, menguasai hampir seluruh dunia.

Mimpi seakan menjadi ruang hidup yang mampu memompakan semangat tanpa henti. Ia adalah energi yang abadi, memotivasi setiap diri. Meneguhkannya melalui titik-titik ikhtiar dan tanpa kenal lelah merealisasi sesuatu yang mulia. Semulia manusia dalam ikhtiarnya menuju Sang Maha Sempurna. Hal inilah yang kini dilakukan oleh para petinggi dan kader PKS, ditengah hantaman media yang cenderung penuh tendensi, menyudutkan bahkan caci maki. PKS tetap teguh dan konsisten dengan mimpinya.

Belum lama ini kekuatan mimpi menemui pembuktiannya, PKS memperoleh kemenangan dipertarungan Pilkada Jabar dan Sumut. Para pengamat politik dan kaum intelektual tentu menganggap peristiwa kemenangan Aher – Demiz di Jawa Barat dan Gatot – Erry di Sumatera Utara sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih bukan hal yang kebetulan. Badai yang terjadi pada PKS, terbukti tak mampu menghancurkan dan mengganggu kinerja mesin politik partai ini, malah sebaliknya mempersolid dan memaksimalkannya.

Senada dengan ultimatum Anis Matta saat konsolidasi kader PKS se-Jakarta, Sabtu 9 Maret 2013 menyebutkan bahwa sekarang “PKS dalam tahap take off”. Telah siap terbang tinggi melampaui batas samudra badai. Anis memiliki obsesi yang sangat kuat, agar PKS menjadi kekuatan politik yang besar, dan optimis menjadi 3 besar di pemilu 2014. Tendensi dan propagandapun mulai diluncurkan oleh para rival politik dan kelompok sakit hati (PKS Haters) untuk mematahkan semangat juang kader PKS. Baru-baru ini voa muslim kembali menceracau dan mencibir aksi gebrakan yang dilakukan oleh PKS berikut linknya:

www.voa-islam.com/news/opini/2013/04/12/23988/para-pembesar-pks-terus-membangun-mimpimimpi-di-milad-ke-15/

3 besar di pemilu 2014, mungkin sesuatu hal yang mustahil untuk diwujudkan bagi sebagian masyarakat Indonesia, tapi tidak bagi kader PKS. Biarlah sekarang seluruh penduduk Indonesia menertawakan mimpi ini, PKS akan terus bekerja mewujudkan proyek-proyek besarnya tanpa perlu dipusingkan dengan sikap non solutif dari para komentator. Toh, para penyampai risalah, ilmuwan dan tokoh dunia juga sering ditertawakan karena mimpi-mimpi mereka yang terlalu tinggi. namun disaat mereka mampu mewujudkan mimpi-mimpi itu, tak sedikit orang yang mengagumi mereka dan menjadikan mereka sebuah inspirasi dalam hidup. Mungkin benar apa yang dikatakan Doug Hoopper, seorang penulis buku motivator terkenal “You Are What You Think”. Baginya mimpi yang ada dalam pikiran kita akan terkonstruksi dan mengambil bentuk fisik dalam kehidupan nyata. Ketika kita takut untuk maju selamanya kita tidak akan pernah maju atau saat kita berkata dalam diri kita bahwa kita tidak akan bisa maka selamanya pun kita tidak akan bisa. Kita adalah adalah apa yang kita pikirkan. Lalu, siapa lagi yang takut bermimpi?! PKS takkan pernah malu disebut sebagai pemimpi. Pemimpi yang terus bekerja membangun negeri. Insya Allah menuju 3 Besar untuk Indonesia Sejahtera.

Ruang Inspirasi
Medan 14 April 2013

-Aliya Zahra- http://politik.kompasiana.com


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar