Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » » Kader-kader PKS dan Jabatan, Sesuatu Banget...!

Kader-kader PKS dan Jabatan, Sesuatu Banget...!


By: Abul Ezz Jumat, 12 April 2013 0

pkssiak.org - Sindrom kekuasaan atau power syndrom merupakan sifat yang dikonotasikan negatif terhadap mental seseorang yang tidak sehat terhadap kekuasaan. Semakin tinggi jabatan seseorang, maka semakin tinggi pula kekuasaan yang dipegang. Para intelek memiliki visi yang berbeda- beda untuk memperluas jaringan kekuasaan. Ada yang terdorong untuk memperbanyak harta, disegani dengan tingginya jabatan, untuk kemaslahatan umat, atau bahkan agar karena pujian.

Sistem demokrasi Indonesia menghalalkan para tokoh untuk dapat merebut kekuasaan melalui partai. Metode pemilihan kader partai yang akan dinaikkan menjadi anggota legislatif maupun eksekutif dapat menggunakan sitem terbuka maupun tertutup. Mayoritas, para kader partai dipilih menjadi caleg atas dasar banyak “uang”. Keuangan caleg menjadi hal mutlak karena sistem kampanye memakan dana cukup fantastis untuk memenangkan pertarungan pemilu.

Uniknya, kader PKS yang terpilih untuk menjadi anggota DPRD, DPR RI, maupun calon Kepada Daerah, bukan mereka yang banyak uang. Ekonomi tidak menjadi tolak ukur PKS memilih seseorang untuk menjadi pemimpin rakyat. Kualifikasi kader yang ditunjuk menjadi caleg diwajibkan mempunyai integritas, moralitas yang teruji, kapasitas yang memadai dan mempunyai karya, serta ketokohan di masyarakat. Sehingga kualitas yang diutamakan, bukan kapitalis.

Keunikan kedua dalam pencalonan aleg fraksi PKS adalah terkait dengan minat. Sebagaimana kalimat yang pernah diungkapkan oleh Sitaresmi S. Soekanto perwakilan dari PKS dalam acara Roundtable Discussion yang diadakan Women Research Institute pada Februari 2012 lalu, beliau menuturkan bahwa perempuan PKS sebenarnya banyak aktif di partai, tetapi lebih ke bidang pendidikan, dakwah, pengurus DPC, dan kegiatan sosial, mereka justru menghindari politik. Malah ada caleg perempuan yang minta diturunkan nomor urutnya karena khawatir terpilih.

Sungguh hal yang unik, saat kader – kader partai lain berusaha agar dirinya dapat dicalonkan dan dipilih rakyat, namun kader perempuan PKS justru menolaknya. Mereka lebih memilih tidak berjabatan asalkan perannya sebagai istri dan ibu bagi keluarga tidak terganggu. Namun saat mereka ditunjuk oleh qiadah (pimpinan), mereka juga tidak menolak karena yakin bahwa keputusan jama’ah adalah keputusan yang telah dipertimbangkan dengan bijaksana.

Seluruh caleg PKS ditunjuk, bukan atas dasar meminta. Dengan keberlangsungan kaderisasi yang baik, tidak sulit bagi PKS untuk mencari caleg. Mengutip kalimat Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Indra menjelaskan bahwa terkait tudingan perempuan PKS tidak tertarik menjadi caleg, di PKS caleg itu bukan masalah tertarik atau tidak. Namun, siapapun yang sudah ditunjuk oleh partai untuk menjadi caleg harus siap melakukan.

Dari kedua sisi tersebut, baik caleg yang ditunjuk maupun pimpinan partai, sama-sama bersikap dengan orientasi kebermanfaatan maksimum bagi masyarakat, bukan semata karena ambisi kekuasaan. Di PKS untuk menjadi caleg bukan mendaftar, namun ditunjuk oleh partai yang dilakukan melalui proses musyawarah, artinya tidak ada sosok yang dituhankan oleh PKS. Semua keputusan dan kebijakan berdasarkan dewan syuro’ PKS. Bahkan seorang presiden PKS anis Matta pun, tidak dapat memutuskan secara tersendiri sutu kebijakan kecuali setelah bersama-sama dipertimbangkan di majelis syuro’.

Keunikan lain yang menegaskan bahwa kader PKS tidak gila jabatan adalah ketika ada kader PKS yang tersandung kasus dalam masa jabatannya, mereka langsung dengan hormat mengundurkan diri, padahal belum jelas baginya ketetapan bersalah atau tidak. Sebagaimana yang dilakukan petinggi PKS Lutfi Hasan Ishak yang beberapa waktu lalu terjerat kasus dengan KPK.

Begitupun presiden PKS yang baru yaitu Anis Matta, beliau dengan ringan mengundurkan diri dari DPR RI agar dapat fokus mengurusi partai, bersedia berhenti ketika ada yang lebih prioritas. Citra PKS di hati rakyat jauh lebih berharga bagi mereka dari pada jabatan yang disandang. Loyalitas kader dalam menjaga izzah partai cukup militan dan patut diacungi jempol.
 
Wallahu alam…

 Rusmini Bintis
http://politik.kompasiana.com


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar