Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » » Alangkah miripnya Hari ini dengan Hari kemarin

Alangkah miripnya Hari ini dengan Hari kemarin


By: Abul Ezz Kamis, 11 April 2013 0


"Alangkah Miripnya Hari ini dengan Hari Kemarin"


Oleh Usman Jakfar

Dulu Walid ibn al-Mughirah (orang tua Khalid ibn al-Walid) pernah mengumpulkan orang Quraiys saat mendekati musim haji, ia berkata: sesungguhnya utusan Arab akan datang ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji, maka kamu semua harus sepakat tentang “label” apa yang akan kita sematkan pada Muhammad SAW –agar orang tidak mau mendengar ucapannya-, sehingga kita tidak saling salah menyalahkan.
Mereka berkata: Kita katakan saja, Muhammad itu seorang “dukun”, Walid berkata: Dia itu bukan seorang “dukun”, kata-kata yang diucapkannya bukan seperti kata-kata seorang dukun. 
Mereka mengatakan: Kita katakan dia “orang gila”, Walid mengatakan: Dia itu bukan orang gila, sebab orang gila kita tahu kata-kata yang diucapkannya. 
Kalau begitu, kita katakan saja bahwa dia seorang “penyair”, Walid berkata: Sesungguhnya dia bukan seorang “penyair”, penyair kita tahu syair-syair yang diucapkannya. 
Mereka kemudian berkata: Kalau begitu “label” apa yang sesuai untuk kita sematkan? Sebab label apapun yang akan kita sematkan saya tahu bahwa itu tidak benar. 
Ya udah, “label” yang paling sesuai untuk disematkan adalah “tukang sihir” sebab dia bisa memisahkan antara seseorang dengan anaknya, seseorang dengan saudaranya, seseorang dengan pasangannya, dan antara seseorang dengan keluarganya. 
Mereka kemudian berpisah, Allah SWT kemudian menurunkan beberapa ayat di dalam surah al-Muddaththir ayat 12 s/d 26 (Mausu`ah Difa` `an Rasulullah SAW, hal:64)

***

Sekarang cerita mirip seperti ini terulang kembali, walaupun pelakunya berbeda.

A: kira-kira kasus apa yang bisa kita gunakan untuk menjerat Ustaz LHI?

B: gini aja, kita bilang kasus suap daging impor?

A: kan tidak ada buktinya?

B: kita bilang aja penyalahgunaan kekuasaan, sebab LHI menggunakan pengaruhnya sebagai aparat pemerintah untuk mempengaruhi mentan.

A: kan tidak ada bukti rekamannya?

B: udah gini aja, kita kembangkan kasusnya menjadi TPPU.

A: kalau TPPU, uang yang mana yang dicuci LHI, kan uangnya dari AF belum sampai ke beliau?

B: udah lah, aku pun bingung juga, kalau gitu kita bebaskan aja beliau.

***



:: PKS PIYUNGAN


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar