Select Menu

Iklan 1080x90

SaintekSIROH

PKS BERKHIDMAT UNTUK RAKYAT

BERITA SIAK

FIQIH

SIROH

Kesehatan

Saintek

Video Pilihan

» » » Menyelamatkan Masa Depan Politik ala PKS

Menyelamatkan Masa Depan Politik ala PKS


By: Abul Ezz Selasa, 19 Maret 2013 0

Kekhawatiran masa depan politik Indonesia mulai muncul ketika melihat gejala hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap salah satu pilar penyangga demokrasi kita: DPR dan partai politik di dalamnya. Dengan rekam jejak anggota DPR dan partai politik yang buruk, di mana rendahnya produktivitas undang-undang yang dihasilkan, banyaknya anggota DPR yang terjerat KPK, dan jeleknya moral oknum anggota DPR, kemudian pemberitaan di media massa dan perbincangan di sosial media, maka dalam kesehariannya masyarakat selalu disuguhi tontonan menjemukan terhadap politik.
 
Kekhawatiran ini ditambah lagi dengan mandeknya regenerasi dan kaderisasi tokoh muda di partai politik. Wajah perpolitikan kita masih didominasi oleh tokoh-tokoh lama yang tak lagi segar. Tercatat hanya PKB (Cak Imin) dan PKS (Anis Matta) yang dipimpin oleh tokoh muda. Sebelumnya ada Anas Urbaningrum, seorang politisi muda cemerlang, yang pada akhirnya mundur akibat terjerat kasus korupsi. Tentang politisi muda, tak sedikit juga yang akhirnya tak kuat menahan godaan korupsi, seperti Angelina Sondakh dan Nazaruddin.
 
Dunia politik menjadi terlihat sangat kotor dan menyeramkan. Isinya penuh intrik dan makar. Mendengar kata partai atau DPR saja rasanya membuat penat kepala. Bagaimana dengan masa depan politik kita saat masyarakat terlebih kaum mudanya tak lagi tertarik?

 Permasalahan ini dibaca oleh Anis Matta dengan PKSnya. Dalam beberapa kesempatan wawancara dan orasi, Anis Matta berucap ingin mengubah citra dan paradigma masyarakat terhadap politik. Ketika wawancara di Prime Time News MetroTV, Jumat petang setelah pidato pertamanya, Boni Hargens bertanya kepada Anis Matta, "Ada beberapa prediksi yang menyatakan elektabilitas PKS akan hancur karena kasus LHI ini?" Lalu Anis Matta menjawab, "Dalam benak saya sekarang ini saya tak memikirkan persoalan elektabilitas. Dan menurut saya, hubungan politik PKS dengan masyarakat harus dibangun atas dasar hubungan kemanusiaan, bukan sekedar hubungan elektoral..."

 Lalu baru-baru ini di Jawa Tengah, Anis Matta juga mengatakan bahwa anak muda saat ini enggan berpolitik. Politik dipenuhi dengan kampanye hitam dan pembunuhan karakter. Sebuah permainan yang menakutkan dan mengerikan. Anis Matta dan PKS ingin mengubah permainan yang berbahaya ini menjadi permainan yang menyenangkan. Keinginan ini dapat diterjemahkan dengan baik oleh kader-kadernya di bawah. Sudah ada beberapa hal sudah dilakukan oleh PKS, seperti Freeze Mob di Depok, Flash Mob di Jateng, dan yang paling fenomenal Muslim Harlem Shake di Youtube.

 Menyelamatkan masa depan perpolitikan Indonesia haruslah menjadi agenda semua partai politik. Kaum muda harus mampu melanjutkan estafet kepemimpinan politik. Lantas, jika kaum mudanya sudah apolitik, apa yang akan diharapkan di masa depan? Semoga langkah Anis Matta dengan PKSnya mampu diikuti oleh partai lain yang pada akhirnya membuat politik dapat menggembirakan dan menyenangkan orang yang melihatnya. 

Hermawan Sudibya

*http://polhukam.kompasiana.com


DPD PKS Siak - Download Android App


«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama
0 Comments
Tweets
Komentar